Pages

Rabu, 30 April 2014

Surat Perjanjian Hitler Dengan Setan.

        Siapa yang tak mengenal Adolf Hitler? Politisi Jerman, ketua partai Nazi, Kanselir Jerman dan seorang Diktator ini? Tapi apakah kalian pernah mengetahui,  bahwa Ia ditengarai telah mengadakan perjanjian dengan setan?
        Hitler diyakini mengadakan perjanjian tersebut setelah ditemukannya sebuah surat perjanjian yang diduga merupakan perjanjiannya dengan setan. Surat ini ditemukan oleh Dr. Greta Leiber, seorang paranormal spesialis pemburu setan dari Jerman.
        Di surat yang tertanggal 30 April 1932 ini, terdapat tanda tangan dengan darah dari sang Führer dengan Iblis yang diduga sebagai Lucifer. Di dalamnya, Lucifer menjanjikan kekuasaan yang tidak terbatas kepada sang Führer. Ia akan menjadi penguasa absolut seluruh negri Jerman dan sebagaian Eropa, meskipun dengan kejahatan. Sebagai imbalannya, Pria yang lahir di Austria pada 1889 ini memberikan jiwanya 13 tahun kemudian.
        Menurut Dr. Greta, apa yang tertulis di dalam perjanjian tersebut cocok sekali dengan perjalanan sejarah dan ratusan kasus selama Perang Dunia 2. Menurut Doktor yang menemukan perjanjian itu di gedung yang digunakan Hitler untuk bunuh diri tersebut, sejarah menunjukkan bahwa Hitler selalu gagal dalam segala hal sebelum tahun 1932, bahkan ia menjadi pengangguran dan pernah masuk bui.
        Kehidupan Hitler benar – benar berubah total setelah tahun 1932, dan berhasil menguasai Jerman pada 1933. Dan tepat 13 tahun setelah perjanjian itu, kekuasaan Hitler ambruk sampai akhirnya memutuskan untuk bunuh diri pada 30 April 1945.
        Sekarang surat perjanjian tersebut dapat kalian lihat di Berlin Institute of History Jerman.

Selasa, 29 April 2014

Misteri The Da Vinci Code

          Pernahkah anda mendengar, membaca buku ataupun menonton film karya Dan Brown yang berjudul “The Da Vinci Code” ? Di dalam bukunya  Brown merekayasa kembali kisah Yesus untuk kepentingan politik, dan menyerang pondasi utama Ke-Kristenan. Bayangkan saja, Yesus digambarkan menikah dan memiliki anak dari Maria Magdalena. Dan yang paling mencengangkan Kaisar Romawi Konstantin berkonspirasi untuk men-Tuhan-kan Yesus. Digambarkan seorang ahli, fiksi, sejarawan Inggris bernama Sir Leigh Teabing mengungkapkan bahwa penetapan Yesus sebagai “Putra Allah” secara resmi ditetapkan oleh Dewan Nicea dengan cara pemungutan suara yang bersidang tahun 325. Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh dasar keKristenan berdiri diatas kebohongan.
          Digambarkan bahwa alasan utama Gereja “men-Tuhan-kan” Yesus adalah karena kekuasaan. Kristus sebagai Tuhan dan Mesias sangatlah penting, supaya Gereja dan negara bisa berfungsi. Banyak ahli mengklaim gereja mula-mula secara harafiah mencuri Yesus dan para pengikut asli, membajak pesan kemanusiaannya, menutupiNya dengan jubah Ke-Tuhan-an yang tidak bisa ditembus, dan menggunakanNya untuk memperluas kekuasaan mereka sendiri.
        Kenyataanya, seperti yang umat Kristen percaya,beberapa ratus tahun sebelum Konstatin berkuasa di Romawi orang Kristen mengalami penindasan berat. Tapi kemudian, saat berperang Konstatin melihat salib terang di angkasa dan bertuliskan “Taklukkan dengan ini”. Dan setelah itu Roma menjadi kekaisaran Kristen. Umat Kristen telah memuja Yesus sebagai Allah sejak abad pertama. Tapi pada abad keempat ada pertikaian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Jadi, pada tahun 325 Konstatin mengadakan konvensi lebih dai 300 uskup di Nicea ( Turki ).
        Apakah Yesus adalah Pencipta, ciptaan, Anak Allah, ataupun seorang anak tukang kayu biasa?  Seperti yang diyakini umat Kristen, 30 tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Paulus menggambarkan Yesus sebagai Allah dalam bentuk manusia. Yohanes, salah seorang murid Yesus mengatakan bahwa  :
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan ALLAH dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita.  
(Yohanes 1: 1-4, 14).
            Dalam bukunya Brown mengatakan bahwa ke-Tuhan-an Yesus diciptakan oleh Dewan Nicea pada abad ke 4. Pada kenyataanya  rapat di Nicea diadakan untuk meredakan ketegangan tentang ke-Tuhan-an Yesus. Dan hasilnya hanya dari 318 uskup yang berbeda pandangan. Yesus dan Bapa adalah satu hakekat ke-Allah-an . doktrin Allah yang Esa dalam tiga pribadi atau Trinitas yang dikenal dalam Pengakuann Iman Rasuli Nicea menjadi pusat utama keimanan Kristen sampai sekarang.
Brown juga menyebutkan bahwa Konstatin menghancurkan semua dokumen mengenai Yesus selain yang ditemukan dalam Perjanjian Baru sekarang. Digambarkan juga bahwa catatan perjanjian baru telah diubah untuk menciptakan Yesus yang baru. Kenyataanya, terdapat aliran – aliran sesat yang mendaftarkan buku yang mereka yakini sebagai tulisan otentik para rasul. Jadi, kalau Perjanjian Baru sudah digunakan secara luas 200 tahun sebelum Konstantin dan Dewan Nicaea, bagaimana kaisar bisa menciptakan atau mengubahnya? Pada saat gereja sudah tersebar luas dan meliputi ratusan, kalau bukan jutaan, orang percaya, dan mereka semua akrab dengan catatan Perjanjian Baru.
Bagian paling menarik dari konspirasi Da Vinci adalah bahwa Yesus diam – diam menikah dengan Maria Madgalena dan memiliki keteurunan. Rahim Maria dikatakan sebagai “Holy Grail” , rahasia yang dijaga oleh organisasi Katholik bernama “ Priory Of Sion” . Sir Issac Newton, Botticeli, Victor Hugo, dan Leonardo Da Vinci digambarkan adalah segelintir anggotanya. Kenyataanya teori Yesus dan Maria menikah diam – diam adalah berdasar satu ayat di injil Filipus yang mengatakan bahwa Yesus dan Maria “berteman” (koinonos). Tidak ada satupun bukti sejarah yang membenarkan teori tersebut. Injil Filipus sendiri ditulis sekitar 150 – 220 tahun setelah kematian Yesus dan tidak diketahui penulisnya. Sedangkan “Holy Grail” diyakini sebagai gelas Yesus saat Perjamuan Terakhir. Dan “The Priory Of Sion” adalah organisasi yang dibentuk tahun 1956, 437 tahun setelah kematian Yesus.

Minggu, 27 April 2014

Kematian Yesus


          Kita tahu, bahwa Yesus telah mati disalib. Pernahkah terbesit dalam pikiran anda, dapatkah anda melukiskan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus? Ataukah apa saja yang diasakan Yesus pada saat ditangkap, disiksa dan akhirnya disalib? Apa yang sebenarnya terjadi saat penyaiban? Apa penyebab kematian Yesus? Ini adalah pertanyaan – pertanyaan yang yang dapat dibantu penyelesaiannya dengan bukti medis.
Penyiksaan sebelum penyaliban.
v  Keringat Darah
Di mulai saat Yesus dan murid – murid-Nya datang ke Taman Getsemani. Yesus berdoa semalaman. Karena Ia tahu beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, jadi Ia mungkin mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.
Dalam Lukas 22:24 menyatakan bahwa Ia mulai meneteskan  keringat darah. Percayakah anda? Ingat Lukas adalah seorang Dokter.
Kenyataanya dalam ilmu kedokteran, ini adalah suatu kondisi medis yang disebut dengan Hematidrosis. Ini dapat terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi. Kegelisahan yang sangat hebat menyebabkan terlepanya zat kimia yang memecahkan kapiler – kapiler dalam kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam kelenjar – kelenjar ini, dan keringat yang keluar akan disetai darah. Hal ini menyebabkan kulit menjadi sangat rapuh ketika Yesus dicambuki sedadu Roma keesokan harinya. Saat ini pun Yesus telah menderita dehidrasi karena mengeluarkan banyak keringat saat berdoa di taman getsemani.
v  Di Pukuli
“ Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka- Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya : Hai Nabi, cobalah terka!” Malah para pengawal pun memukul Dia. Markus 14 : 65  “
Jika kita di pukuli dalam keadaan bisa melihat, maka tubuh secara alamiah akan otomatis menghindar, dan sekalipun kita terkena pukulan itu, maka tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk menerima sakit itu. Namun, efeknya akan berbeda bila kita menerima pukulan itu dalam keadaan mata tertutup kita akan mengalami trauma dan nyeri yang lebih. Mungkin Yesus menerima pukulan pada wajah dan tubuh, dan sesekali di pelipis. Alisnya bengkak dan mengeluarkan darah. Yesaya 52 : 13-14
v  Di Cambuk
Yesus kemudian di bawa bolak balik dari Pilatus-Herodes-Pilatus. Karena Pilatus tidak dapat menemukan kesalahan Yesus, ia memerintahkan untuk Yesus dicambuki dengan harapan massa yang melihat akan berbelas kasihan.
Yesus dicambuk sebanyak 39 kali. Mengapa? 39 adalah 40-1.40-1 adalah angka Yahudi untuk menunjukkan belas kasihan. Pencambukan Roma terkenal sangat brutal, mereka menggunakan cemeti dari kepangan tali kulit dengan bola – bola logam yang yang dijalin ke dalamnya. Saat dipukulkan, bola - bola itu menyebabkan lebam atau memar yang dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan juga cemeti itu memiliki duri – duri tajam yang dapat mengiris daging. Punggung yang dipukul akan tercabik – cabik, dan terkadang sebagian dari tulang belakang akan terlihat. Banyak orang yang mati dari pemukulan seperti ini. Bahkan sebelum penyaliban. Setidaknya, koban akan mengalanmi kesakitan hebat dan kehilangan banyak darah. (Hipovolemik).  Yesaya 50:6
Menurut medis ini mengakibatkan 4 hal:
a. Jantung berdetak sangat cepat untuk mencoba memompa darah yang tidak terdapat di sana.
b.  Tekanan darah turunm mennyebabkan pingsan.
c.  Ginjal berhenti menghasilkan Urine untuk mempetahankan volume darah yang masih tinggal.
d.Korban akan menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk menggantikan volume darah yang hilang.
                      
Yang pasti, Yesus berada dalam keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia bejalan terhuyung – huyung ke lokasi hukuman mati dengan memikul salib. Akhirnya Yesus tidak sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib–Nya. Selanjutnya kita tahu bahwa Yesus berkata “Aku haus”, pada saat sedikit cuka diberikan kepada-Nya.
v  Mahkota Duri
Ziziphus spinachristi adalah tanaman yang biasanya digunakan untuk mengikat kayu bakar. Ranting tumbuhan yang panjang dan tajam ini dianyam dan dibuat menjadi mahkota yang ukuranya lebih kecil dari lingkar kepala Yesus dan dimasukkan dengan paksa membuat kulit pelipis Yesus mengeluarkan banyak darah.
v  Menuju Golgota
Penyaliban adalah bentuk hukuman untuk orang dengan kejahatan yang amat jahat. Penyaliban di temukan oleh orang Persia dan dibawa Alexander Agung ke Mesir dan Kartagena lalu disempurnakan oleh bangsa Romawi.
Kayu yang Yesus pikul beratnya sekitar 50 kg, kasar dan bergesek menempe punggung dan badan-Nya yang masih luka akibat cambukan. Yang harus dipikul dari benteng Antonia ke Bukit Golgota. Dengan kontur yang licin dan mendaki, mungkin sekali Yesus jatuh, dan salib yang berat itu menimpa tubuh-Nya, menimbulkan lebih banyak luka dan lebih banyak darah mengalir.
v  Penyaliban
Saat Ia tiba di bukit Golgota, kedua tangan Yesus dipakukan dalam posisi terlentang ke batang kayu hoizontal. Orang – orang Roma menggunakan paku besar yang panjangnya 5 – 7 inci. Paku ini ditancapkan menembus pergelangan tangan. Ini adalah posisi kokoh yang akan mengunci tangan. Dan paku ini akan menembus tempat di mana urat syaraf tengah berada. Dan letak kaki Yesus saat disalib tidak dalam posisi berdiri, namun sedikit jongkok. Dalam posisi ini, maka tulang dada tertekan. Yesus dapat menghirup oksigen tapi kesulitan mengeluarkan karbon dioksida, sehingga terjadi penumpukan gas racun CO2 yang membuat menjadi lemas. Pada saat saat seperti ini Yesus mulai mengucapkan perkataan seperti dalam Lukas 23:34, Lukas 23:43, Yohanes 19:26-27, Matius 27:46.
Pada saat ini, cairan sudah memenuhi paru- paru dan menekan jantungnyadarah mengental penuh CO2 dan jantung harus bekerja lebih keras untuk menghirup oksgen. Pada saat ini Ia berkata “ Aku Haus” Yohanes 19:28.
Pada fase ini, Yesus mulai mengalami kematian. Bagian tubuh sebelah bawah mulai dingin dan mati rasa, deak jantun melemah, dan Ia berkata “ Sudah Selesai”. Yohanes 19: 30. Dan dalam satu tarikan nafas terakhir, mengumpulkan sisa tenaga yang tersisa, Ia menghirup nafas dan berkata “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa- Ku” Lukas 23:46. Dan jantungnya pun berhenti berdetak. Orang yang disalib biasanya akan mati lemas ( Sufokasi) dan tahan kira kira 3 – 9 jam. Namun, Yesus hanya bertahan hanya 3 jam saja, mengingat parahnya luka dan kondisi fisik lainya. Dapat disimpulkan, Yesus mati karena gagal jantung.


Sabtu, 26 April 2014

Si Baik dan si Jahat.

"Tidak ada orang baik ataupun orang jahat, Masing - masing orang memiliki keduanya"
Apakah anda termasuk orang baik, atau malah sebaliknya, anda merasa diri anda adalah orang jahat? Apa yang membuat seseorang menjadi baik, ataupun membuatnya menjadi jahat?
Menurut Phillip Zimbardo, ada 3 faktor utama yang membuat seseorang menjadi jahat, ataupun menjadi baik.

  • Disposisi. (Kepribadian bawaan seseorang)
  • Situasi (Siuasi tertentu dapat membuat orang menjadi jahat atau baik)
  • Sistem (Sisitem Politik, Sosial, Ekonomi dapat menciptakan situasi yang dialami orang - orang)
Lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang. Pada tahun 1970an Zimbardo melakukan penelitian yang dinamakan “Stanford Prison Experiment” . Ia meminta bantuan ke beberapa sukarelawan untuk “berperan” menjadi tahanan dan sipir. Dimana para pemeran disini adalah orang – orang yang tidak mempunyai catatan kriminal, dan bisa dibilang orang baik – baik. Yang simulasinya benar - benar seperti kenyataan. Seperti ditangkap di rumahnya sampai diborgol oleh polisi. Peraturan – peraturannya pun disamakan dengan aturan penjara. Hari pertama simulasi berjalan sesuai perkiraan, tetapi setelah itu, mulai terjadi kejadian – kejadian di luar kendali. Dan salah seorang dari sukarelawan  harus dikeluarkan dari eksperimen tersebut, karena dikhawatirkan akan mendapat efek negatif dari eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut akhirnya diakhiri, setelah hanya berjalan selama satu minggu.
Anda tidak dapat men-judge diri anda sendiri apakah anda orang baik, ataupun orang jahat. Pasti semua orang menganggap dirinya orang baik. Dan semua orang ingin menjadi orang baik. Bahkan para sahabat baik anda pasti menganggap anda adalah orang baik. Tapi coba tanyakan hal yang sama pada musuh – musuh anda, apakah jawabannya sama? Tidak semua tindakan yang anda pandang baik juga dinilai baik oleh orang lain. Karena sudut pandang manusia itu berbeda – beda.

Dari penelitiannya, Zimbardo menarwakan sebuah solusi yaitu heroism atau kepahlawanan. Dalam artian berani menentang sistem yang buruk dan fokus dalam pemecahan situasi yang buruk menjadi baik dengan sedikit “devian” atau berbeda dengan orang lain. Zimbardo mencontohkan dalam kasus penjara Abu Gharaib, Joe Darby berani mengungkapkan perilaku para sipir yang tidak manusiawi kepada media. Joe berani menanggung ancaman – ancaman yang untuk melakukan “apa yang harus ia lakukan”. Hal inilah yang disebut dengan heroism atau kepahlawanan, seperti yang Zimbardo tuangkan dalam bukunya “ The Lucifer Effect”