Pages

Minggu, 27 April 2014

Kematian Yesus


          Kita tahu, bahwa Yesus telah mati disalib. Pernahkah terbesit dalam pikiran anda, dapatkah anda melukiskan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus? Ataukah apa saja yang diasakan Yesus pada saat ditangkap, disiksa dan akhirnya disalib? Apa yang sebenarnya terjadi saat penyaiban? Apa penyebab kematian Yesus? Ini adalah pertanyaan – pertanyaan yang yang dapat dibantu penyelesaiannya dengan bukti medis.
Penyiksaan sebelum penyaliban.
v  Keringat Darah
Di mulai saat Yesus dan murid – murid-Nya datang ke Taman Getsemani. Yesus berdoa semalaman. Karena Ia tahu beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, jadi Ia mungkin mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.
Dalam Lukas 22:24 menyatakan bahwa Ia mulai meneteskan  keringat darah. Percayakah anda? Ingat Lukas adalah seorang Dokter.
Kenyataanya dalam ilmu kedokteran, ini adalah suatu kondisi medis yang disebut dengan Hematidrosis. Ini dapat terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi. Kegelisahan yang sangat hebat menyebabkan terlepanya zat kimia yang memecahkan kapiler – kapiler dalam kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam kelenjar – kelenjar ini, dan keringat yang keluar akan disetai darah. Hal ini menyebabkan kulit menjadi sangat rapuh ketika Yesus dicambuki sedadu Roma keesokan harinya. Saat ini pun Yesus telah menderita dehidrasi karena mengeluarkan banyak keringat saat berdoa di taman getsemani.
v  Di Pukuli
“ Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka- Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya : Hai Nabi, cobalah terka!” Malah para pengawal pun memukul Dia. Markus 14 : 65  “
Jika kita di pukuli dalam keadaan bisa melihat, maka tubuh secara alamiah akan otomatis menghindar, dan sekalipun kita terkena pukulan itu, maka tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk menerima sakit itu. Namun, efeknya akan berbeda bila kita menerima pukulan itu dalam keadaan mata tertutup kita akan mengalami trauma dan nyeri yang lebih. Mungkin Yesus menerima pukulan pada wajah dan tubuh, dan sesekali di pelipis. Alisnya bengkak dan mengeluarkan darah. Yesaya 52 : 13-14
v  Di Cambuk
Yesus kemudian di bawa bolak balik dari Pilatus-Herodes-Pilatus. Karena Pilatus tidak dapat menemukan kesalahan Yesus, ia memerintahkan untuk Yesus dicambuki dengan harapan massa yang melihat akan berbelas kasihan.
Yesus dicambuk sebanyak 39 kali. Mengapa? 39 adalah 40-1.40-1 adalah angka Yahudi untuk menunjukkan belas kasihan. Pencambukan Roma terkenal sangat brutal, mereka menggunakan cemeti dari kepangan tali kulit dengan bola – bola logam yang yang dijalin ke dalamnya. Saat dipukulkan, bola - bola itu menyebabkan lebam atau memar yang dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan juga cemeti itu memiliki duri – duri tajam yang dapat mengiris daging. Punggung yang dipukul akan tercabik – cabik, dan terkadang sebagian dari tulang belakang akan terlihat. Banyak orang yang mati dari pemukulan seperti ini. Bahkan sebelum penyaliban. Setidaknya, koban akan mengalanmi kesakitan hebat dan kehilangan banyak darah. (Hipovolemik).  Yesaya 50:6
Menurut medis ini mengakibatkan 4 hal:
a. Jantung berdetak sangat cepat untuk mencoba memompa darah yang tidak terdapat di sana.
b.  Tekanan darah turunm mennyebabkan pingsan.
c.  Ginjal berhenti menghasilkan Urine untuk mempetahankan volume darah yang masih tinggal.
d.Korban akan menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk menggantikan volume darah yang hilang.
                      
Yang pasti, Yesus berada dalam keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia bejalan terhuyung – huyung ke lokasi hukuman mati dengan memikul salib. Akhirnya Yesus tidak sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib–Nya. Selanjutnya kita tahu bahwa Yesus berkata “Aku haus”, pada saat sedikit cuka diberikan kepada-Nya.
v  Mahkota Duri
Ziziphus spinachristi adalah tanaman yang biasanya digunakan untuk mengikat kayu bakar. Ranting tumbuhan yang panjang dan tajam ini dianyam dan dibuat menjadi mahkota yang ukuranya lebih kecil dari lingkar kepala Yesus dan dimasukkan dengan paksa membuat kulit pelipis Yesus mengeluarkan banyak darah.
v  Menuju Golgota
Penyaliban adalah bentuk hukuman untuk orang dengan kejahatan yang amat jahat. Penyaliban di temukan oleh orang Persia dan dibawa Alexander Agung ke Mesir dan Kartagena lalu disempurnakan oleh bangsa Romawi.
Kayu yang Yesus pikul beratnya sekitar 50 kg, kasar dan bergesek menempe punggung dan badan-Nya yang masih luka akibat cambukan. Yang harus dipikul dari benteng Antonia ke Bukit Golgota. Dengan kontur yang licin dan mendaki, mungkin sekali Yesus jatuh, dan salib yang berat itu menimpa tubuh-Nya, menimbulkan lebih banyak luka dan lebih banyak darah mengalir.
v  Penyaliban
Saat Ia tiba di bukit Golgota, kedua tangan Yesus dipakukan dalam posisi terlentang ke batang kayu hoizontal. Orang – orang Roma menggunakan paku besar yang panjangnya 5 – 7 inci. Paku ini ditancapkan menembus pergelangan tangan. Ini adalah posisi kokoh yang akan mengunci tangan. Dan paku ini akan menembus tempat di mana urat syaraf tengah berada. Dan letak kaki Yesus saat disalib tidak dalam posisi berdiri, namun sedikit jongkok. Dalam posisi ini, maka tulang dada tertekan. Yesus dapat menghirup oksigen tapi kesulitan mengeluarkan karbon dioksida, sehingga terjadi penumpukan gas racun CO2 yang membuat menjadi lemas. Pada saat saat seperti ini Yesus mulai mengucapkan perkataan seperti dalam Lukas 23:34, Lukas 23:43, Yohanes 19:26-27, Matius 27:46.
Pada saat ini, cairan sudah memenuhi paru- paru dan menekan jantungnyadarah mengental penuh CO2 dan jantung harus bekerja lebih keras untuk menghirup oksgen. Pada saat ini Ia berkata “ Aku Haus” Yohanes 19:28.
Pada fase ini, Yesus mulai mengalami kematian. Bagian tubuh sebelah bawah mulai dingin dan mati rasa, deak jantun melemah, dan Ia berkata “ Sudah Selesai”. Yohanes 19: 30. Dan dalam satu tarikan nafas terakhir, mengumpulkan sisa tenaga yang tersisa, Ia menghirup nafas dan berkata “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa- Ku” Lukas 23:46. Dan jantungnya pun berhenti berdetak. Orang yang disalib biasanya akan mati lemas ( Sufokasi) dan tahan kira kira 3 – 9 jam. Namun, Yesus hanya bertahan hanya 3 jam saja, mengingat parahnya luka dan kondisi fisik lainya. Dapat disimpulkan, Yesus mati karena gagal jantung.


0 komentar:

Posting Komentar