Pernahkah anda mendengar, membaca buku ataupun
menonton film karya Dan Brown yang berjudul “The Da Vinci Code” ? Di dalam
bukunya Brown merekayasa kembali kisah
Yesus untuk kepentingan politik, dan menyerang pondasi utama Ke-Kristenan.
Bayangkan saja, Yesus digambarkan menikah dan memiliki anak dari Maria
Magdalena. Dan yang paling mencengangkan Kaisar Romawi Konstantin berkonspirasi
untuk men-Tuhan-kan Yesus. Digambarkan seorang ahli, fiksi, sejarawan Inggris
bernama Sir Leigh Teabing mengungkapkan bahwa penetapan Yesus sebagai “Putra
Allah” secara resmi ditetapkan oleh Dewan Nicea dengan cara pemungutan suara
yang bersidang tahun 325. Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh dasar
keKristenan berdiri diatas kebohongan.
Kenyataanya, seperti yang umat
Kristen percaya,beberapa ratus tahun sebelum Konstatin berkuasa di Romawi orang
Kristen mengalami penindasan berat. Tapi kemudian, saat berperang Konstatin
melihat salib terang di angkasa dan bertuliskan “Taklukkan dengan ini”. Dan
setelah itu Roma menjadi kekaisaran Kristen. Umat Kristen telah memuja Yesus
sebagai Allah sejak abad pertama. Tapi pada abad keempat ada pertikaian tentang
ke-Tuhan-an Yesus. Jadi, pada tahun 325 Konstatin mengadakan konvensi lebih dai
300 uskup di Nicea ( Turki ).
Apakah Yesus adalah Pencipta, ciptaan, Anak
Allah, ataupun seorang anak tukang kayu biasa?
Seperti yang diyakini umat Kristen, 30 tahun setelah kematian dan
kebangkitan Yesus, Paulus menggambarkan Yesus sebagai Allah dalam bentuk
manusia. Yohanes, salah seorang murid Yesus mengatakan bahwa :
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan ALLAH dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita.
Dalam bukunya Brown mengatakan bahwa ke-Tuhan-an Yesus diciptakan oleh Dewan Nicea pada abad ke 4. Pada kenyataanya rapat di Nicea diadakan untuk meredakan ketegangan tentang ke-Tuhan-an Yesus. Dan hasilnya hanya dari 318 uskup yang berbeda pandangan. Yesus dan Bapa adalah satu hakekat ke-Allah-an . doktrin Allah yang Esa dalam tiga pribadi atau Trinitas yang dikenal dalam Pengakuann Iman Rasuli Nicea menjadi pusat utama keimanan Kristen sampai sekarang.(Yohanes 1: 1-4, 14).
Brown juga
menyebutkan bahwa Konstatin menghancurkan semua dokumen mengenai Yesus selain
yang ditemukan dalam Perjanjian Baru sekarang. Digambarkan juga bahwa catatan
perjanjian baru telah diubah untuk menciptakan Yesus yang baru. Kenyataanya,
terdapat aliran – aliran sesat yang mendaftarkan buku yang mereka yakini
sebagai tulisan otentik para rasul. Jadi, kalau
Perjanjian Baru sudah digunakan secara luas 200 tahun sebelum Konstantin dan
Dewan Nicaea, bagaimana kaisar bisa menciptakan atau mengubahnya? Pada saat gereja
sudah tersebar luas dan meliputi ratusan, kalau bukan jutaan, orang percaya,
dan mereka semua akrab dengan catatan Perjanjian Baru.
Bagian
paling menarik dari konspirasi Da Vinci adalah bahwa Yesus diam – diam menikah
dengan Maria Madgalena dan memiliki keteurunan. Rahim Maria dikatakan sebagai “Holy
Grail” , rahasia yang dijaga oleh organisasi Katholik bernama “ Priory Of Sion”
. Sir Issac Newton, Botticeli, Victor Hugo, dan Leonardo Da Vinci digambarkan
adalah segelintir anggotanya. Kenyataanya teori Yesus dan Maria menikah diam –
diam adalah berdasar satu ayat di injil Filipus yang mengatakan bahwa Yesus dan
Maria “berteman” (koinonos). Tidak ada satupun bukti sejarah yang membenarkan
teori tersebut. Injil Filipus sendiri ditulis sekitar 150 – 220 tahun setelah
kematian Yesus dan tidak diketahui penulisnya. Sedangkan “Holy Grail” diyakini
sebagai gelas Yesus saat Perjamuan Terakhir. Dan “The Priory Of Sion” adalah
organisasi yang dibentuk tahun 1956, 437 tahun setelah kematian Yesus.

0 komentar:
Posting Komentar