Pages

Selasa, 29 April 2014

Misteri The Da Vinci Code

          Pernahkah anda mendengar, membaca buku ataupun menonton film karya Dan Brown yang berjudul “The Da Vinci Code” ? Di dalam bukunya  Brown merekayasa kembali kisah Yesus untuk kepentingan politik, dan menyerang pondasi utama Ke-Kristenan. Bayangkan saja, Yesus digambarkan menikah dan memiliki anak dari Maria Magdalena. Dan yang paling mencengangkan Kaisar Romawi Konstantin berkonspirasi untuk men-Tuhan-kan Yesus. Digambarkan seorang ahli, fiksi, sejarawan Inggris bernama Sir Leigh Teabing mengungkapkan bahwa penetapan Yesus sebagai “Putra Allah” secara resmi ditetapkan oleh Dewan Nicea dengan cara pemungutan suara yang bersidang tahun 325. Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh dasar keKristenan berdiri diatas kebohongan.
          Digambarkan bahwa alasan utama Gereja “men-Tuhan-kan” Yesus adalah karena kekuasaan. Kristus sebagai Tuhan dan Mesias sangatlah penting, supaya Gereja dan negara bisa berfungsi. Banyak ahli mengklaim gereja mula-mula secara harafiah mencuri Yesus dan para pengikut asli, membajak pesan kemanusiaannya, menutupiNya dengan jubah Ke-Tuhan-an yang tidak bisa ditembus, dan menggunakanNya untuk memperluas kekuasaan mereka sendiri.
        Kenyataanya, seperti yang umat Kristen percaya,beberapa ratus tahun sebelum Konstatin berkuasa di Romawi orang Kristen mengalami penindasan berat. Tapi kemudian, saat berperang Konstatin melihat salib terang di angkasa dan bertuliskan “Taklukkan dengan ini”. Dan setelah itu Roma menjadi kekaisaran Kristen. Umat Kristen telah memuja Yesus sebagai Allah sejak abad pertama. Tapi pada abad keempat ada pertikaian tentang ke-Tuhan-an Yesus. Jadi, pada tahun 325 Konstatin mengadakan konvensi lebih dai 300 uskup di Nicea ( Turki ).
        Apakah Yesus adalah Pencipta, ciptaan, Anak Allah, ataupun seorang anak tukang kayu biasa?  Seperti yang diyakini umat Kristen, 30 tahun setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Paulus menggambarkan Yesus sebagai Allah dalam bentuk manusia. Yohanes, salah seorang murid Yesus mengatakan bahwa  :
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan ALLAH dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita.  
(Yohanes 1: 1-4, 14).
            Dalam bukunya Brown mengatakan bahwa ke-Tuhan-an Yesus diciptakan oleh Dewan Nicea pada abad ke 4. Pada kenyataanya  rapat di Nicea diadakan untuk meredakan ketegangan tentang ke-Tuhan-an Yesus. Dan hasilnya hanya dari 318 uskup yang berbeda pandangan. Yesus dan Bapa adalah satu hakekat ke-Allah-an . doktrin Allah yang Esa dalam tiga pribadi atau Trinitas yang dikenal dalam Pengakuann Iman Rasuli Nicea menjadi pusat utama keimanan Kristen sampai sekarang.
Brown juga menyebutkan bahwa Konstatin menghancurkan semua dokumen mengenai Yesus selain yang ditemukan dalam Perjanjian Baru sekarang. Digambarkan juga bahwa catatan perjanjian baru telah diubah untuk menciptakan Yesus yang baru. Kenyataanya, terdapat aliran – aliran sesat yang mendaftarkan buku yang mereka yakini sebagai tulisan otentik para rasul. Jadi, kalau Perjanjian Baru sudah digunakan secara luas 200 tahun sebelum Konstantin dan Dewan Nicaea, bagaimana kaisar bisa menciptakan atau mengubahnya? Pada saat gereja sudah tersebar luas dan meliputi ratusan, kalau bukan jutaan, orang percaya, dan mereka semua akrab dengan catatan Perjanjian Baru.
Bagian paling menarik dari konspirasi Da Vinci adalah bahwa Yesus diam – diam menikah dengan Maria Madgalena dan memiliki keteurunan. Rahim Maria dikatakan sebagai “Holy Grail” , rahasia yang dijaga oleh organisasi Katholik bernama “ Priory Of Sion” . Sir Issac Newton, Botticeli, Victor Hugo, dan Leonardo Da Vinci digambarkan adalah segelintir anggotanya. Kenyataanya teori Yesus dan Maria menikah diam – diam adalah berdasar satu ayat di injil Filipus yang mengatakan bahwa Yesus dan Maria “berteman” (koinonos). Tidak ada satupun bukti sejarah yang membenarkan teori tersebut. Injil Filipus sendiri ditulis sekitar 150 – 220 tahun setelah kematian Yesus dan tidak diketahui penulisnya. Sedangkan “Holy Grail” diyakini sebagai gelas Yesus saat Perjamuan Terakhir. Dan “The Priory Of Sion” adalah organisasi yang dibentuk tahun 1956, 437 tahun setelah kematian Yesus.

0 komentar:

Posting Komentar