Kita tahu, bahwa Yesus telah mati
disalib. Pernahkah terbesit dalam pikiran anda, dapatkah anda melukiskan suatu
gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus? Ataukah apa saja yang diasakan
Yesus pada saat ditangkap, disiksa dan akhirnya disalib? Apa yang sebenarnya
terjadi saat penyaiban? Apa penyebab kematian Yesus? Ini adalah pertanyaan –
pertanyaan yang yang dapat dibantu penyelesaiannya dengan bukti medis.
Penyiksaan
sebelum penyaliban.
v
Keringat
Darah
Di mulai
saat Yesus dan murid – murid-Nya datang ke Taman Getsemani. Yesus berdoa
semalaman. Karena Ia tahu beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, jadi Ia
mungkin mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.
Dalam Lukas
22:24 menyatakan bahwa Ia mulai meneteskan
keringat darah. Percayakah anda? Ingat Lukas adalah seorang Dokter.
Kenyataanya
dalam ilmu kedokteran, ini adalah suatu kondisi medis yang disebut dengan Hematidrosis.
Ini dapat terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi.
Kegelisahan yang sangat hebat menyebabkan terlepanya zat kimia yang memecahkan
kapiler – kapiler dalam kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam
kelenjar – kelenjar ini, dan keringat yang keluar akan disetai darah. Hal ini
menyebabkan kulit menjadi sangat rapuh ketika Yesus dicambuki sedadu Roma
keesokan harinya. Saat ini pun Yesus telah menderita dehidrasi karena
mengeluarkan banyak keringat saat berdoa di taman getsemani.
v
Di
Pukuli
“
Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka- Nya dan
meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya : Hai Nabi, cobalah terka!” Malah para
pengawal pun memukul Dia. Markus 14 : 65
“
Jika kita di pukuli dalam keadaan bisa
melihat, maka tubuh secara alamiah akan otomatis menghindar, dan sekalipun kita
terkena pukulan itu, maka tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk menerima
sakit itu. Namun, efeknya akan berbeda bila kita menerima pukulan itu dalam
keadaan mata tertutup kita akan mengalami trauma dan nyeri yang lebih. Mungkin
Yesus menerima pukulan pada wajah dan tubuh, dan sesekali di pelipis. Alisnya
bengkak dan mengeluarkan darah. Yesaya 52 : 13-14
v
Di
Cambuk
Yesus kemudian di bawa bolak balik
dari Pilatus-Herodes-Pilatus. Karena Pilatus tidak dapat menemukan kesalahan
Yesus, ia memerintahkan untuk Yesus dicambuki dengan harapan massa yang melihat
akan berbelas kasihan.
Yesus dicambuk sebanyak 39 kali.
Mengapa? 39 adalah 40-1.40-1 adalah angka Yahudi untuk menunjukkan belas
kasihan. Pencambukan Roma terkenal sangat brutal, mereka menggunakan cemeti
dari kepangan tali kulit dengan bola – bola logam yang yang dijalin ke
dalamnya. Saat dipukulkan, bola - bola itu menyebabkan lebam atau memar yang
dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan juga cemeti itu
memiliki duri – duri tajam yang dapat mengiris daging. Punggung yang dipukul
akan tercabik – cabik, dan terkadang sebagian dari tulang belakang akan
terlihat. Banyak orang yang mati dari pemukulan seperti ini. Bahkan sebelum
penyaliban. Setidaknya, koban akan mengalanmi kesakitan hebat dan kehilangan
banyak darah. (Hipovolemik). Yesaya
50:6
Menurut medis ini mengakibatkan 4 hal:
a. Jantung berdetak sangat cepat untuk
mencoba memompa darah yang tidak terdapat di sana.
b. Tekanan
darah turunm mennyebabkan pingsan.
c. Ginjal
berhenti menghasilkan Urine untuk mempetahankan volume darah yang masih tinggal.
d.Korban
akan menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk
menggantikan volume darah yang hilang.
Yang pasti, Yesus berada dalam
keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia bejalan terhuyung
– huyung ke lokasi hukuman mati dengan memikul salib. Akhirnya Yesus tidak
sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib–Nya.
Selanjutnya kita tahu bahwa Yesus berkata “Aku haus”, pada saat sedikit cuka
diberikan kepada-Nya.
v Mahkota Duri
Ziziphus spinachristi adalah tanaman
yang biasanya digunakan untuk mengikat kayu bakar. Ranting tumbuhan yang
panjang dan tajam ini dianyam dan dibuat menjadi mahkota yang ukuranya lebih
kecil dari lingkar kepala Yesus dan dimasukkan dengan paksa membuat kulit pelipis
Yesus mengeluarkan banyak darah.
v Menuju Golgota
Penyaliban adalah bentuk hukuman untuk
orang dengan kejahatan yang amat jahat. Penyaliban di temukan oleh orang Persia
dan dibawa Alexander Agung ke Mesir dan Kartagena lalu disempurnakan oleh
bangsa Romawi.
Kayu yang Yesus pikul beratnya sekitar
50 kg, kasar dan bergesek menempe punggung dan badan-Nya yang masih luka akibat
cambukan. Yang harus dipikul dari benteng Antonia ke Bukit Golgota. Dengan
kontur yang licin dan mendaki, mungkin sekali Yesus jatuh, dan salib yang berat
itu menimpa tubuh-Nya, menimbulkan lebih banyak luka dan lebih banyak darah
mengalir.
v Penyaliban
Saat Ia tiba di bukit Golgota, kedua
tangan Yesus dipakukan dalam posisi terlentang ke batang kayu hoizontal. Orang
– orang Roma menggunakan paku besar yang panjangnya 5 – 7 inci. Paku ini
ditancapkan menembus pergelangan tangan. Ini adalah posisi kokoh yang akan
mengunci tangan. Dan paku ini akan menembus tempat di mana urat syaraf tengah
berada. Dan letak kaki Yesus saat disalib tidak dalam posisi berdiri, namun
sedikit jongkok. Dalam posisi ini, maka tulang dada tertekan. Yesus dapat
menghirup oksigen tapi kesulitan mengeluarkan karbon dioksida, sehingga terjadi
penumpukan gas racun CO2 yang membuat menjadi lemas. Pada saat saat seperti ini
Yesus mulai mengucapkan perkataan seperti dalam Lukas 23:34, Lukas 23:43,
Yohanes 19:26-27, Matius 27:46.
Pada saat ini, cairan sudah memenuhi
paru- paru dan menekan jantungnyadarah mengental penuh CO2 dan jantung harus
bekerja lebih keras untuk menghirup oksgen. Pada saat ini Ia berkata “ Aku
Haus” Yohanes 19:28.
Pada fase ini, Yesus mulai mengalami
kematian. Bagian tubuh sebelah bawah mulai dingin dan mati rasa, deak jantun
melemah, dan Ia berkata “ Sudah Selesai”. Yohanes 19: 30. Dan dalam satu
tarikan nafas terakhir, mengumpulkan sisa tenaga yang tersisa, Ia menghirup
nafas dan berkata “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa- Ku” Lukas
23:46. Dan jantungnya pun berhenti berdetak. Orang yang disalib biasanya akan
mati lemas ( Sufokasi) dan tahan kira kira 3 – 9 jam. Namun, Yesus hanya
bertahan hanya 3 jam saja, mengingat parahnya luka dan kondisi fisik lainya.
Dapat disimpulkan, Yesus mati karena gagal jantung.